Kisah Nabi Sulaiman (Kuliah Maghrib – 1.6.13)

Penceramah : Ustaz Fadzil Kamaruddin

Bismillah

Surah An Naml, ayat 20-22 :

(20) Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: “Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir.

(21) Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang”.

(22) Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.

(23) Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.

(24) Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk,

(25) agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.

(26) Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai ‘Arsy yang besar”.

(27) Berkata Sulaiman: “Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta.

Nabi Sulaiman memeriksa tenteranya dan didapati burung hud2 tiada. Hukuman berat sekiranya burung hud2 tidak memberi alasan yg terang.

Hud2 datang lalu membawa kabar berita dari negeri Saba (berada di Yaman) dan Nabi Sulaiman berada di Palestin.

Burung hud2 melihat pemerintah kaum itu adalah wanita dan kereka menyembah matahari – sesuatu yg nampak indah belum semestinya betul. Bukan semua perkara yg baik pada kita, belum tentu baik pada agama.

Syaitan selalu muncul dalam bentuk yg menarik utk menyesatkan manusia.

Balqis memunyai singgahsana yg hebat, yg bertatahkan permata dan emas yg menyebabkan dia sombong.

Apa yg diceritakan oleh burung hud2, tidak diterima bulat2 oleh Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman akan membuat pemantauan terhadap berita tersebut – “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” [Al Hujuraat:6]

Ukhuwah umat zaman skrg begitulonggar disebabkan oleh penerimaan terus berita yg dibawa oleh org lain, yg belum tentu benar.

Sambungan Surah An Naml :

(28) Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan”

(29) Berkata ia (Balqis): “Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia.

(30) Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

(31) Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.

Dikatakan bahawa surat itu berada di atas dada ratu balqis dan disedarinya apabila terjaga dari tidur. Dia sgt terkejut kerana kawalan yg ketat sepatutnya tidak membolehkan sesiapa utk masuk ke kamarnya.

Setelah membaca surat tersebut, ratu balqis mengarahkan menteri2 utk berkumpul bagi membincangkan isi kandungan surat itu.

Sambungan surh An Naml :

(32) Berkata dia (Balqis): “Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku)”.

(33) Mereka menjawab: “Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada ditanganmu: maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan.

(34) Dia berkata: “Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.

(35) Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu”.

Strategi ratu balqis adalah dgn menghantar hadiah yg berharga kpd kerajaan nabi sulaiman, utk melihat apa maklum balas.

Sambungan :

(36) Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata: “Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.

Apabila hadiah tersebut sampai kpd nabi sulaiman, nabi sulaiman mengarahkan agar hadiah itu dihantar semula kpd ratu balqis.

(37) Kembalilah kepada mereka sungguh kami akan mendatangi mereka dengan balatentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina”.

Wakil ratu balqis disuruh pulang bersama hadiahnya dan diberi amaran utk menyerah atau berperang.

Bila wakil dah sampai kpd ratu balqis, dan menyampaikan berita, membuatkan ratu balqis gerun. Lalu balqis bersedia utk bergerak bertemu nabi sulaiman.

(38) Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.

(39) Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya”.

Jin ifrit menawarkan diri utk mengangkat singgahsana tersebut. Jin ifrit bersaiz besar dan kuat.

(40) Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.

Ulama mengatakan nama ahli kitab tersebut ialah asifun ibnu bakhiya, seorang yg menghafal kitab zabur.

Ujian muncul ketika senang dan ketika susah. Ramai org yg hancur bila ujian muncul sewaktu hidupnya senang. Oleh kerana itu, nikmat yg Alah bg kpd kita, hendaklah kita syukuri. Miskin dan kaya adalah ujian.

Wallahu’alam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s